SELAMAT DATANG Semoga blog ini bermanfaat bagi anda

Sabtu, 04 Desember 2010

Bintang Luar Angkasa Bisa Menyanyi Dengan Merdu

Sejak lama bintang di langit telah memikat mata manusia dengan bentuk dan kerlipnya. Tapi, tahukah Anda, bintang ternyata bisa ‘menyanyi’.
Ini adalah temuan para astrofisikawan dari University of Birmingham dan sejumlah ilmuwan NASA. Nyanyian bintang mereka tangkap ketika mengukur perubahan kerlip Bintang KIC 11026764 atau yang juga dikenal dengan nama ‘Gemma’. Bintang ini besarnya sekitar dua kali lipat Matahari.

Baca Selanjutnya »»

Mengetahui Cara Belajar Ilmuwan Dunia

Menjadi kreatif di zaman modern saat ini sudah menjadi sebuah kewajiban. Suatu negara tentu akan menghadapi banyak masalah jika negara tersebut kurang memberdayakan sumber daya manusianya untuk bisa menjadi kreatif. Menjadi kreatif itu luas maknanya. Kreatif dalam berkarya, kreatif dalam berpikir bahkan berkreatif dalam menyelesaikan masalah.
Dalam belajar sains atau IPA, guru dan siswa seharusnya perlu mengenal latar belakang dari ilmuwan dan bagaimana mereka bisa menciptakan konsep ilmu/ suatu rumus. Dalam realita bahwa umumnya guru dan siswa juga mengenal konsep dan rumus dan proses pembelajaran kerap kali bercorak membahas rumus dan soal-soal saja. Sangat tepat rasanya kalau guru dan siswa juga mengenal proses kreatif para ilmuwan (seperti Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Charles Darwin dan lain-lain) dalam menemukan suatu fenomena lewat membaca buku biografi mereka.
1) Einstein, cara berbicaranya pada masa kecil tidak begitu menarik. Kemampuan berbahasa atau berbicaranya sangat lambat. Melihat kondisi itu orang tuanya sangat prihatin sehingga ia berkonsultasi dengan dokter. Karena kemampuan berbicaranya yang lambat membuatnya pernah gagal di sekolah dan kepala sekolah menyarankan agar ia keluar dari sekolah. Tentu saja ia memberontak kepada sekolah yang mengusirnya dan menganggapnya sebagai anak yang sangat bodoh.
Pada masa kecil, Einstein adalah anak yang baik dan ia punya karakter suka menolong, karakter ini membuatnya makin cerdas. Kemampuan berbahasanya memang lebih rendah dibandingkan kemampuan numerika atau matematika. Ia tidak pernah gagal dalam mata pelajaran matematika. Sebelum ia berumur lima belas tahun ia telah menguasai kalkulus diferensial dan integral yang dipelajarinya secara mandiri/ otodidak. Saat di sekolah dasar, dia berada di atas kemampuan rata-rata kelas, namun ia memiliki kegemaran untuk memecahkan masalah rumit dalam aritmatika terapan. Orang tuanya ikut mendukung minat Einstein dalam matematika. Ia membelikan buku-buku teks sehingga ia bisa menguasai pelajaran angka-angka selama liburan musim panas.
2) Thomas Alfa Edison, ia belajar bagaimana cara menemukan lampu. Sebelum lampu pertamanya menyala ia melakukan 5.000 eksperimen yang selalu berakhir dengan kegagalan. Namun cara berpikir yang dimiliki oleh Thomas Alfa Edison sangatlah positif dan tahan banting, ini membawanya kepada kreativitas tingkat tinggi.
3) Isaac Newton, lahir di Woolsthorpe- Lincolnshire,Inggris. Ia adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dilahirkan secara prematur; Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya.
Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa dan kemudian dikirimkan ke sekolah bahasa di daerah Grantham dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya. Saat bersekolah di Grantham dia tinggal di-kost milik apoteker lokal (William Clarke). Sebelum meneruskan kuliah di Universitas Cambridge (usia 19), Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke, Anne Storer. Namun Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran dan kisah cintanya menjadi semakin tidak menentu/ putus begitu saja.
Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton tidak menyukai pekerjaan barunya. Kepala sekolah King's School kemudian meyakinkan ibunya untuk mengirim Newton kembali ke sekolah sehingga ia dapat menamatkan pendidikannya. Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.
Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge (sebagai mahasiswa yang belajar sambil bekerja untuk mengatasi masalah keuangannya). Pada saat itu, kurikulum universitas didasarkan pada ajaran Aristoteles, namun Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti Descartes dan astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Ia kemudian menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus.
4) Charles Darwin lahir tanggal 12 Februari 1809 di Shropshire, Inggris. Ia anak ke lima Robert Waring Darwin. Ia belajar sesuai dengan kurikulum berbahasa Yunani Klasik. Ia tidak memperlihatkan prestasi yang banyak secara akademik. Kemudian ia mengambil jurusan kedokteran tetapi tidak banyak memperoleh kemajuan. Untuk itu ia melakukan usaha lain agar bisa maju. Ayahnya menyarankan Darwin untuk menjadi pendeta dan belajar di Christ's College untuk belajar teologi. Tetapi ia juga tidak memperoleh kemajuan, ia malah senang berburu dan permainan menembak.Ternyata Darwin mempunyai minat dalam mengkoleksi tanaman, serangga, dan benda-benda geologi. Ia tertarik dengan bakat berburu sepupunya William Darwin.
Darwin mengembangkan minatnya dalam serangga dan spesies langka. Naluri ilmiah Darwin didorong oleh Alan Sedgewick, seorang ahli bumi, dan juga didorong oleh John Stevens Henslow, seorang professor botany. Darwin kemudian menjadi naturalist (pencinta alam) dan ikut melakukan ekspedisi dengan HMS Beagle. Tim ekspedisi HMS Beagle berlayar dan mengunjungi banyak negeri di lautan Pasifik Selatan sebelum kembali ke Inggris melalui Tanjung Harapan Baik di Afrika Selatan, dalam rangka mengelilingi dunia.
Darwin juga sangat dipengaruhi oleh pemikiran Thomas Malthus, dengan bukunya “Essay on the Principle of PopulationI”. Buku tersebut mengatakan bahwa populasi seharusnya bertambah sesuai dengan batas persediaan makanan, kalau tidak maka akan terjadi persaingan untuk memperebutkan makanan. Setelah membaca buku ini, Darwin memfokuskan teorinya bahwa “the diversity of species centered on the gaining of food - food being necessary both to survive and to breed”- semua jenis spesies terfokus dalam memenuhi kebutuhan makanan dan makanan berguna untuk kelangsungan hidup dan untuk berkembang biak.
Dari paparan di atas terlihat bahwa sukses seorang ilmuwan berskala dunia tidak jatuh dari langit, atau diperoleh saat kelahirannya. Kesuksesan sebagai ilmuwan diperoleh melalui proses kreatif (belajar kreatif) selama hidupnya.
Tidak semua orang memiliki kemampuan berganda yang hebat, Einstein misalnya pada masa kecil tidak beruntung dengan kemampuan bahasanya, namun ia mengembangkan kemampuan yang lain. Einstein bisa melejit pada bidang matematika. Bagi kita, mungkin bisa melejit pada bidang olah raga, musik, organisasi atau pada bidang lain.
Kesuksesan seorang anak juga akan terbentuk dengan dukungan orang tua seperti yang dialami Einstein, atau dukungan tokoh lain seperti yang dialami oleh Darwin. Tidak mungkin seseorang bisa sukses untuk skala nasional, apalagi untuk skala internasional kalau mereka tidak betah membaca. Newton membaca gagasan-gagasan filsuf seperti Descartes dan astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Darwin dipengaruhi oleh pemikiran (buku) Thomas Malthus, nah bagaimana dengan anda ? Orang bisa sukses karena memiliki karakter tidak mudah putus asa, Thomas Alfa Edison, misalnya, sangat tahan banting dan tidak suka mengeluh. Sebelum menemui sebuah lampu pijar yang bisa menyala, ia harus melakukan 5.000 kali eksperimen di bengkel milik ayahnya.
Bagaimana proses belajar kreatif para ilmuwan berskala internasional ?
Cukup simple yaitu miliki suatu bakat atau minat dalam bidang ilmu (misal dalam seni, fisika, kimia, sejarah, ekonomi, geografi, dll), kemudian kembangkan minat tersebut dengan belajar keras dan lakukan otodidak. Mintalah dukungan dari orang terdekat, termasuk guru. Miliki karakter yang tahan banting (tidak suka putus asa dan mengeluh), miliki minat dan kesenangan membaca yang mendalam untuk menambah wawasan. Untuk sukses maka diperlukan puluhan, ratusan atau ribuan kali latihan.

Sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=16817&post=1



Baca Selanjutnya »»

Kamis, 02 Desember 2010

Farouq al-Baz: Ilmuwan NASA yang Percaya Jin dan Kehidupan di Planet Lain

Ilmuwan Arab yang paling menonjol dan bekerja di NASA, Farouq al-Baz, mempercayai keberadaan makhluk gaib di alam semesta ini. Meskipun tak mempunyai bukti empirik, dia hanya menyandarkan keyakinannya itu pada Alquran.

Al-Baz yang telah bekerja selama 43 tahun di NASA, kepada Alarabiya, mengaku yakin adanya hantu, jin, dan setan yang tinggal di antara manusia. Bahkan berdasarkan kesimpulan melalui kecenderungan ilmiah yang diketahuinya, yang melengkapi keyakinannya pada Alquran, tanda-tanda keberadaan makhluk gaib itu begitu kentara. Al-Baz mengakan bahwa Alquran merupalan inspirasi terbaik. Dia juga memandang kitab suci agamanya itu mendorong umat Islam untuk merenung dan berpikir jauh ke depan.
Ditanya mengenai planet Gliese 581G yang sangat mirip dengan bumi, dia mengatakan penemuan setiap substansi kehidupan di planet yang menyerupai bumi akan membuka pintu tetap terbuka bagi filosofi yang tak pernah terjadi sebelumnya, perdebatan ilmiah dan relijius, dan akan mengakhiri kebingungan manusia terhadap pertanyaan abadai, ''apakah manusia hidup sendiri di alam semesta yang luas ini atau ada makhluk lain yang berbagai kehidupan''.

Gliese 581G begitu menarik perhatian ilmuwan karena mempunyai temperatur udara yang memungkinkan terbentuknya air, dan sangat potensial bagi kehidupan mikroba seperti yang pernah terjadi di bumi. al'Baz membanding keyakinannya akan keberadan jin, makhluk yang tak pernah dilihatnya, dengan astronom yang mempercayai adanya kehidupan di planet lain di luar sistem tata surya yang tak pernah terlihat atau pun dijumpai pula oleh para astronom.

''Siapa tahu mungkin 'Gliesians' (makhluk yang tinggal di Planet Gliese) juga penasaran mencoba menemukan kehidupan di planet lain seperti di bumi kita,'' ujarnya.

Gliese merupakan planet paling mirip dengan Bumi yang jaraknya paling dekat. Astronom memperkirakan, jarak planet itu dari bumi sekitar 20,3 tahun cahaya atau 192 triliun kilometer ke arah konstelasi bintang Libra. Jika manusia ingin menuju ke planet itu dengan menggunakan pesawat ruang angkasa yang berkecepatan seperti cahaya maka dibutuhkan waktu sekitar 200 tahun. Wow lama juga ya klu kita mau kesana keburu mati di perjalanan..he..
Sumber: Republika
Baca Selanjutnya »»

Jejak Kejayaan Islam di Luar Angkasa

Dunia Islam di zaman kekhalifahan sempat menjelma sebagai pusat studi astronomi dan astrologi. Studi astronomi dan astrologi mulai berkembang pada era kepemimpinan Khalifah Al-Mansyur sebagai penguasa ketiga Kekhalifahan Abbasiyah di abad ke-8 M. Studi astronomi dan astrologi di dunia Islam kian menggeliat sejak ditemukannya astrolabe oleh Al-Fazari.
Menurut sejarawan sains, Donald Routledge, kedua ilmu yang telah menguak rahasia langit itu mencapai puncak kejayaannya dalam peradaban Islam dari tahun 1025 M hingga 1450 M. Pada masa itu, di berbagai wilayah kekuasaan Islam telah lahir sederet astronom dan astrolog Muslim serta sejumlah observatorium yang besar dan megah.
Baca Selanjutnya »»

Gerak Harmonik Sederhana

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak benda yang bergetar. Senar gitar yang sering anda main atau dimainkan oleh gitaris group band musik terkenal yang kadang membuat anda menjerit histeris bahkan sampai menangis tersedu-sedu, getaran garpu tala, getaran mobil ketika mesinnya dinyalakan atau ketika mobil mencium mobil lainnya hingga penumpangnya babak belur. Ingat juga ketika anda tertawa terpingkal-pingkal tubuh anda juga bergetar, demikian juga rumah anda yang bergetar dasyat hingga ambruk ketika terjadi gempa bumi. Sangat banyak contoh getaran dalam kehidupan kita, sehingga jika disebutkan satu persatu maka tentu sangat melelahkan. Silahkan dipikirkan sendiri contoh lainnya.
Baca Selanjutnya »»

Rabu, 01 Desember 2010

Misteri Kehidupan di Luar Bumi

Angkasa tiada batas. Allah SWT dalam firmannya mengatakan dalam surat Adz-Dzariyat ayat 47, "Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." Perkataan Sang Pencipta benar adanya. Sudah miliaran benda luar angkasa berhasil teridentifikasi. Ungkapan Alquran juga memunculkan harapan manusia untuk mencari planet lain yang sedianya bisa ditempati.
Dunia Barat telah lama mengendus kemungkinan adanya planet lain yang memiliki syarat kehidupan di luar sistem tata surya matahari atau eksoplanet. Harapan itu kian terbuka setelah peneliti Barat menemukan sejumlah catatan penting tentang keberadaan planet yang menyerupai bumi. Tercatat tahun 1995, planet pertama yang menyerupai bumi berhasil teridentifikasi. Sayangnya, kebanyakan dari planet-planet yang ditemukan terlalu besar atau terlalu kecil, atau terlalu panas dan terlalu dingin.

Selama ini, peneliti menggunakan tiga patokan untuk merekomendasikan planet tersebut mirip dengan bumi. Patokan pertama, peneliti memperhitungkan garis edar planet tersebut dengan pusat tata surya.

Garis edar tersebut memungkinkan peneliti mengetahui berat massa planet dan eksistensi planet tersebut. Patokan kedua, peneliti memperhitungkan posisi planet ketika berada di titik terdekat dengan matahari. Patokan ini yang akan menentukan apakah planet tersebut terbilang panas atau dingin. Patokan terakhir, peneliti menganalisis bagaimana cahaya dari satu bintang dibelokan karena perjalanan sekitar planet yang mengorbit bintang lain yang lebih dekat ke bumi.

Astronom Barat sempat pula menemukan planet yang teridentifikasi berada di kawasan sabuk Goldilocks. Planet berkode Gliese 58Ig menurut analisis peneliti nyaris mirip dengan bumi. Suhu udara di planet itu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Peneliti juga menemukan adanya kandungan air di planet tersebut. Sayangnya, eksistensi keberadaan planet itu dipertanyaakan astronom lain.

Belum lagi nada pesimistis peneliti lainnya yang mempertanyakan jarak tempuh yang harus dilalui manusia guna mencapai planet tersebut. Keraguan itu memang logis mengingat jarak yang harus ditempuh manusia di bumi menuju planet yang dituju berkisar jutaan tahun cahaya. Dengan dasar seperti itu, apakah manusia mampu bertahan hidup dengan jarak yang super jauh itu.
Baca Selanjutnya »»

Sepuluh Pertanyaan Penting untuk Hawking

Kegeniusan sosok Stephen Hawkings sempat membuat kuping gereja panas. Apa pasal, dalam buku terbarunya yang berjudul 'The Grand Design', dia menyatakan Tuhan tidak memiliki peran dalam proses penciptaan kehidupan.

Masyarakat dunia pun bertanya-tanya tentang pernyataan Hawking ihwal kebenaran pernyataannya. Nah, berikut sejumlah pertanyaan masyarakat dunia yang kemudian diajukan Time kepada Hawking sebagai bagian dari sesi wawancara :
Baca Selanjutnya »»

Cahaya Aurora nan Cantik dari Utara Bumi

Cahaya Utara atau aurora borealis berangsur-angsur mereda dan mencapai titik terendah. Dan cahaya ini tetap memberikan lukisan langka dan tetap cantik di langit dalam 100 tahun terakhir.
Institut Meteorologi Finlandia menjelaskan bahwa aurora borealis umumnya mengikuti 'siklus matahari' 11 tahunan, di mana frekuensi fenomena meningkat hingga maksimum dan kemudian berangsur-angsur memasuki fase minimum, setelah itu kembali mengulangi siklus.
Baca Selanjutnya »»

Lima Fakta Menarik Tentang Kecepatan

Kecepatan. Terdengar cukup familiar, terlebih lagi bagi Anda penggemar balap mobil atau motor hingga ilmu fisika. Kecepatan atau velositas memang muncul sebagai istilah dari ilmu fisika untuk menyatakan perubahan jarak yang ditempuh per satuan waktu.
Namun, kecepatan bukan istilah serius yang selalu dipakai di ilmu fisika saja. Ada lima fakta menarik untuk diketahui tentangnya.
SejarahRekor tercepat (di atas tanah) pertama di dunia dicetak oleh Gaston de Chasseloup-Laubat di Yveslines, Prancis, pada 18 Desember 1898. Ketika itu, dia mencatat kecepatan 39mph (setara 63,1 kilometer per jam) dengan mobile elektrik Jeantaud dan diakuinya cukup memusingkan.

Mach 1
Kecepatan suara adalah 761 mph atau 1.224 kilometer per jam, yang dalam istilah penerbangan disebut dengan Mach 1. Jika Anda ingin terbang mengitari satu bumi penuh, Anda perlu melakukan perjalanan setara 25,4 Mach.

Sekejap (blink)
Kecepatannya 340,3 meter per detik, setara dengan berlari tiga kali lipat panjang stadion Old Trafford milik Manchester United di Inggris dalam waktu satu detik. Wayne Rooney pasti tertarik untuk mengetahui hal ini.

Phileas Fogg
Adalah seorang tokoh fiksi dalam novel Around the World in Eighty Days yang ditulis Jules Verne pada pada 1873. Jika Anda mengelilingi bumi sesuai jarak lingkar bumi (24.901 mil atau setara 40.074 kilometer) dengan kecepatan rata-rata Fogg 1.000 mil per jam, Anda hanya membutuhkan waktu 24 jam saja untuk berkeliling dunia. Waktu yang lumayan untuk pergi ke kantor.

Landasan Pacu (runway)
Jika mampu memecahkan rekor kecepatan 1.000 mil per jam, setidaknya Anda membutuhkan landasan pacu sepanjang 14 mil (22,5 km). Ini bukan panjang landasan yang dibutuhkan secara total. Tapi, landasan sepanjang 22,5 km itu hanya untuk pengereman.
Baca Selanjutnya »»

Misteri-Misteri Terbesar di Bidang Sains

Hal-hal ini masih menjadi misteri yang tak terpecahkan sampe sekarang oleh  ilmu pengetahuan. Walaupun peradaban manusia dan ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat, namun beberapa beberapa hal masih menyisakan pertanyaan dan teka-teki.
Berikut ini adalah misteri-misteri dikompilasi oleh situs LiveSience, yang hingga kini masih belum bisa dipecahkan oleh 'pisau bedah' ilmu pengetahuan murni.

Baca Selanjutnya »»